Karya Guru, Karya Tulis

YUK,, MENEBAR KEBAIKAN!

Memabaca tulisan-tulisan sebelumnya yang luar biasa bagus, membuat saya ragu untuk menulis. Kalaupun ada pilihan membaca atau menulis tentu saya akan memilih membaca, oleh karena itu sebelumnya saya meminta maaf apabila tulisan saya banyak kekurangan. Tulisan ini adalah pengingat untuk diri saya sendiri khususnya. Kebaikan itu sendiri seperti cahaya dalam fisiska merupakan suatu besaran pokok yang disebut instensitas cahaya dan bisa diukur kadarnya.

Bagaimana jika ada remang-remang atau gelap?. itu adalah kondisi dimana minimnya cahaya. Begitu juga dengan kebaikan. Di sekolah kita biasa menilai sikap siswa dengan dengan “sangat baik, baik, cukup baik dan kurang baik. Setiap manusia pasti punya sisi baik dan pernah berbuat baik hanya berbeda kadarnya saja terutama dimata manusia lainnya. Berbeda dengan penilaian Allah SWT yang selalu mengingatka kita untuk senantiasa berbuat baik, seperti yang Allah janjikan dalam benyak ayat tentang kebaikan di dalam AlQuran diantaranya :

“ tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula” (QS. Ar-Rahman: 60)

“barang siapa yang berbuat kabaikan (sebesar biji dzarrah) niscaya dia akan dapat melihan balasanya.”(QS. Az-Zalzalah: 7)

“dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuiat baik”(QS. Al-Baqarah: 195)

“sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik”(QS. Al-A’araf: 56)

“jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra: 7)

“barang siapa yang datang dengan membawa kebaikan, maka dia akan mendapat pahala lebih baik daripada kebaikannya itu.”(QS. Al-Qashas: 84)

“barang siapa berbuatkebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amal perbuatanya”. (QS.Al-A’nam: 160)

Ini hanya sebagian dari firman Allah tentang kebaikan, betapa luar biasnya jika kita senantiasa bisa mengamalkannya. Setidaknya dari yang kadar kecil dulu, kebaikan untuk kita sendiri. Alangkah indahnya jika kita semua berlomba-lomba dalam kebaikan. Teringat suatu kisah yang diceritakan Rasulullah tentang seorang wanita penghibur memberi minum anjing yang sedang kehausan dan dari kebaikanya itu dia mendapat balasan surga.

Ya begitulah kebaikan yang setiap kadarnya berbeda dimata mausia, namun bernilai pahala yang luar bisa. Karena kita tidak akan pernah tahu kebaikan yang mana yang kelak akan membantu mempermudah hisab kita. Saya harap saya khususnya dan kita semua senantiasa mampu berbuat baik jadi “yuk menebar kebaikan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *