MENCARI BAHAGIA
Ketika masih memakai seragam merah putih, terbersit dalam angan ‘betapa bahagianya memakai seragam putih biru’. Pun ketika sudah memakai putih biru,mulai berandai-andai ’betapa bahagianya memakai seragam putih abu’. Ketika keinginan memakai putih abu sudah tergapai,masih kepengin lagi ’kapan ya aku kuliah di kota A’.
Terlihat wajar memang bila manusia mempunyai banyak keinginan. Kepengin ini kepengin itu seperti Doraemon. Sudah memiliki satu kepengin dua.Sudah punya yang kecil kepengin yang besar.Demikian sebaliknya , sudah punya yang besar pengin yang kecil.
Yang tidak wajar adalah ketika manusia merasa tidak bahagia. Kesana kemari mencari bahagia karena merasa diri menderita. Kenapa harus sibuk mencari bahagia kemana-mana, sementara bahagia ada dalam diri kita sendiri. Untuk apa merasa tidak bahagia, padahal gigi kita berhenti tumbuh setelah mencapai kepanjangan tertentu.Coba bayangkan apa yang akan terjadi kalo gigi kita terus tumbuh.
Mengapa merasa tidak bahagia, sementara banyak hal yang kalau kita mau cermati, sungguh membuat kita bahagia. Alis yang tumbuh sebaris,sungguh itu juga hal yang membahagiakan. Apa kata dunia kalau alis ada 3 atau 5 baris diatas mata kita. Badan yang rata-rata bertumbuh sampai 170 cm juga hal yang patut kita syukuri. Coba bayangkan andai tubuh kita tak berhenti tumbuh sampai seratus meter. Tentu disamping boros sabun mandi,bajunya juga butuh kain bermeter-meter. Jantung yang otomatis berdetak tanpa kita suruh, itu juga karunia yang amazing. Andai jantung hanya berdetak kalo kita suruh, pasti akan merepotkan sekali. Karena kita jadi tidak sempat masak karena sibuk ngurusin jantung suruh berdetak.
Jadi…bahagia tidak usah dicari kemana- mana. Bahagia ada pada hati yang bersyukur.

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim ayat 7)
Carilah selalu alasan untuk bersyukur agar kita selalu bahagia. Selalu ucapkan Alhamdulillah dalam setiap kondisi. Ketika sepeda motor kita bocor ban belakangnya..tetap ucapkan alhamdulillah..yang bocor cuma ban belakang. Ketika yang bocor dua-duanya, tetap ucapkan alhamdulillah..Cuma bocor…rodanya masih ada. Ketika rodanya ilang satu..tetap ucapkan alhamdulillah, mesinnya masih ada. Begitu seterusnya.
Ketika hanya bisa makan dengan indomie di akhir bulan, tetap ucapkan alhamdulillah…karena di luar sana masih banyak orang yang tidak bisa makan sama sekali. Ketika hanya bisa minum air putih, tetap ucapkan alhamdulillah…karena mungkin banyak orang, yang ingin minum air putihpun tidak bisa karena sakit.
Buat yang masih jomblo tidak perlu bersedih. Berbahagialah dengan kondisi kalian saat ini. Karena tidak perlu memikirkan harga beras yang makin mahal. Tidak perlu memikirkan biaya sekolah anak yang belum dibayar sementara waktu pengambilan rapor sudah semakin dekat. Yakinlah hari spesial yang dinanti akan datang pada saat yang tepat. Bisa jadi kondisi jomblo sekarang adalah hal yang sangat indah untuk dikenang. Semangat bahagia jomblo…
Buat emak-emak, berbahagialah ketika anak-anak rewel minta ikut kemanapun kita pergi. Berbahagialah ketika kita harus beres-beres terus karena rumah berantakan diacak-acak anak. Berbahagialah ketika emak lagi ngantuk anak minta dibikinin nasi goreng. Tetaplah berbahagia ketika anak-anak marah karena tidak dibeliin jajan karena belum gajian…disenyumin aja sambil menyanyikan lagu Kumenangiiiis…..(Indosiar mode on). Ini salah satu ladang amal kita. Hal-hal itu yang mungkin akan sangat kita rindukan ketika kita tua nanti.
Buat bapak-bapak, berbahagialah ketika istri marah. Karena kalian mendapat transferan pahala gratis dari istri.Jangan ikutan marah, nanti pahalanya ilang dan membuat seneng syetan. Berbahagialah ketika istri tumbuh kesamping, itu tandanya engkau telah berhasil membuatnya hidup makmur tidak kekurangan pangan.Bersyukurlah masih ada yang mau jadi istri…eh…
Pokoknya bersyukur…syukur lagi…syukur terus…Carilah selalu alasan untuk bersyukur niscaya engkau akan berbahagia.
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”.
SELAMAT BERBAHAGIA TEMAN- TEMAN …LOVE YOU ALL