IKATAN CINTA ANTARA MATEMATIKA DAN KEHIDUPAN
Berbicara tentang matematika tak akan pernah terlepas dari kehidupan. Karena hampir dalam setiap aktivitas sehari-hari entah disadari atau tidak kita pasti menggunakan matematika. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi. Dalam keahlian bermatematika kita dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah dengan benar, sekaligus kita diberi kebebasan untuk menjawab dengan berbagai cara asalkan jawabannya benar dan dengan cara yang benar. Seperti kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”. Namun, jika caranya salah atau salah dalam menuliskan satu angka saja hasil akhirnya juga salah. Disini kita diminta untuk jujur dalam menyelesaikan masalah yang ada dengan cara yang benar dan teliti. Karena jika kita menjawab soal matematika dengan tidak jujur, maka hasilnya? Dapat diprediksi sendiri ya… Nah, dalam belajar matematika juga dapat belajar tentang nilai kejujuran.
Bahasa matematika yang kita anggap kurang bermanfaat dalam kehidupan, justru yang mengubah peradaban manusia. Dalam sejarah sejak zaman dahulu, rumus matematis terlebih dulu diketahui di atas kertas. Kemudian, bagi orang yang memahaminya akan diubah menjadi suatu teknologi yang digunakan untuk kemaslahatan peradaban manusia. Mobil, telepon genggam, televisi, dan komputer adalah produk-produk yang membutuhkan matematika di dalamnya.
Kitapun dapat memahami kehidupan dengan memaknai matematika. Pernakah Anda berfikir mengapa POSITIF dikali POSITIF hasilnya POSITIF ( + x + = + )? Mengapa NEGATIF dikali POSITIF atau sebaliknya hasilnya NEGATIF ( – x + = – )? Mengapa NEGATIF dikali NEGATIF hasilnya POSITIF ( – x – = + )?
Hikmah yang bisa dipetik dari rumus di atas adalah bahwa jika POSITIF = BENAR dan NEGATIF = SALAH, maka:
- Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
- Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang SALAH adalah suatu tindakan yang SALAH.
- Mengatakan SALAH terhadap sesuatu hal yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Pelajaran matematika ini ternyata sarat makna, dimana kebenarannya yang pasti bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup yang hakiki. Selanjutnya dalam matematika, pembagian adalah sebagai berikut:
1:1=1
1:2=0,5
1:10=0,1
1 : 100 = 0,01
1 : 0 = Tak terhingga
Dengan demikian, jika kita melakukan perbuatan baik seperti sedekah, misalnya. Kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, maka semakin banyak kita berharap, hasilnya akan semakin kecil. Tetapi ketika kita melakukannya dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun atau 1 : 0, maka hasilnya akan “Tak Terhingga”. Ini berarti Allah SWT akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan tak terhingga disertai dengan keberkahanNya.
Ustad Yusuf Mansur selalu mengajarkan kepada kita mengenai matematika sedekah. Dimana orang yang ikhlas bersedekah dijalan Allah dengan harta yang baik justru tidak jatuh miskin, melainkan menjadi semakin kaya. Ini seperti janji Allah yang tertera dalam Al-Quran:
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. AlAn’aam : 160)
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah 2 : 261)
Selain itu, banyak sekali manfaat dari aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari baik diterapkan dalam bidang ilmu lainnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Ada pepatah mengatakan “Siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. matematika sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan mampu menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide dan gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia.
Berikut penerapan konsep matematika yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari:
1. Penggunaan Barisan dan Deret Matematika
Misalnya untuk pelajaran barisan dan deret, ini hampir semua penjual atau pedagang di pasar menyusun dagangan mereka, memakai aturan barisan dan deret matematika.
2. Penggunaan Aritmatika
Misalnya dalam dunia perdagangan, setelah pulang dari pasar dan tiba di rumah, biasanya mereka akan menghitung hasil dari penjualan. Untung atau rugi suatu penjualan dapat diketahui dari jumlah kembalinya modal, apakah kembali atau tidak. Para pedagang menggunakan ilmu matematika yaitu “Aritmatika Sosial”.
3. Penggunaan Bangun Datar
Misalnya ada anak-anak yang sedang bermain layangan, sebuah layangan memiliki rangka. Rangka layangan ini merupakan salah satu bentuk bangun datar yang dipelajari anak-anak di Sekolah.
4. Bangun Ruang
Misalnya ketika seorang tukang bangunan yang akan mengerjakan proyek pembuatan bak mandi. Bak mandi yang akan dibuat berbentuk balok dengan ukuran panjang 8 meter, dengan lebar 5 meter dan tingginya 3 meter.
Ini merupakan salah satu contoh bentuk bangun ruang di kehidupan masyarakat.
5. Operasi Matematika (Program Linear) pada Ilmu Manajemen
Dalam materi operasi matematika ini cenderung mempelajari materi matematika terapan yang interdisipliner.
6. Operasi Matematika (Kombinatorika) pada Ilmu Pemrograman
Teori permainan matematika mengalami perkembangan yang cepat pasca John Nash meraih Nobel pada 1994. John Nash menciptakan model matematika sistem otomasi yang hingga kini berkembang dengan pesat. Karyanya ini dipraktekkan dalam dunia game, salah satunya Winning Eleven oleh perusahaan elektronik Jepang, Sony.
Saudaraku, hiduplah setiap hari dengan matematika karena matematika memiliki IKATAN CINTA dengan kehidupan. Mengalikan (x) kegembiraan, mengurangi (-) kesedihan, menambahkan (+) semangat, membagi (÷) kebahagiaan, dan mengkuadratkan cinta dan kasih sayang antar sesama.
Mari kita berfikir matematika bukan sebagai hitung-hitungan tetapi sebagai bahasa. Sebagai bahasa dalam kehidupan, bahasa alam semesta. Orkestrasi dari seluruh konsep yang diturunkan Allah SWT kepada manusia untuk memahami dan menggumi segala ciptaan-Nya.
Wallahu’Alam Bishawab.